Sewaktu masih kuliah semester awal saya mempertanyakan kepada dosen itu apa utang negara itu, sebab uang sendiri adalah kertas yang mudah untuk dicetak di bank sentral sebuah negara. Contoh misalkan kenapa Bank Indonesia tidak mencetak saja uang sendiri daripada repot-repot berhutang ke luar negeri, tidak perlu pusing untuk membayarnya dari pendapatan negara.
Seisi kelas pun heran dengan pertanyaan saya, mereka menilai bahwa saya adalah mahasiswa yang out of the box atau agak lain. Namun karena dosen saya adalah orang yang baik hati dan tidak sombong beliau akhirnya menjelaskan secara runtut dan masuk akal. Pertama-tama beliau menjelaskan tentang nilai belum deskripsikan nilai kenapa uang memiliki sebuah nilai, sangat bisa dicerna oleh IQ saya yang sangat jongkok (di masa itu)
Saya kurang ingat kalimat jelasnya tapi kurang lebih seperti ini jika saya tambahkan dengan sedikit improvisasi, ketika kamu terjebak di hutan belantara kamu benar-benar sendirian, tidak bersama siapa-siapa dan benar-benar jauh dari peradaban manusia. Hanya ada kamu dan dua buah koper, satu koper berisi uang total 1 miliar. lalu satunya lagi berisi penuh dengan makanan kering yang awet dan tahan perbulan-bulan.
Dalam kondisi seperti itu koper manakah yang akan kamu pilih, koper berisi uang 1 miliar atau koperasi full makanan kering. Sudah pasti manusia terjongkok iq-nya sekalipun tidak akan memilih koper yang berisi uang tunai 1 miliar. Karena selain tidak bermanfaat untuk bertahan hidup di hutan juga tidak ada Alfamart dan juga Indomaret, yang dibutuhkan pada kondisi seperti itu adalah alat penunjang hidup. Kita hanya butuh makan.
Di hutan belantara setumpuk uang hanya bisa dijadikan bahan bakar untuk menghidupkan api unggun, atau hanya sebagai alas untuk tidur pengganti kasur yang menahan dinginnya lantai hutan belantara. Di tempat ini uang tidak lebih berguna dari itu. Di dalam konteks ini juga kita berbicara kemanfaatan sudah sedikit agak paham ya. Mari kita coba untuk mendeskripsikannya agar lebih dimengerti oleh sebagian yang lain
Suatu ketika ada dua orang teman yang hobi ikan hias, si Rifki dan si Mamat. Ricky punya koleksi ikan channa yang sudah beranak-pinak melahirkan keturunan yang memiliki bentuk rupa estetik. Mamat yang tertarik untuk memelihara ikan channa berbincang-bincang dengan Rifki untuk menukar arwana miliknya dengan anakan ikan channa milik Rifki. Namun Rifki tidak tertarik karena memiliki ikan arwana tidak menguntungkan bagi si Rifki,
Dan kemudian Mamat menawarkan makanan ikan channa sebanyak 3 toples untuk ditukar dengan satu anakan ikan channa, dan ternyata Rifki sepakat dengan tawaran itu, lalu terjadilah transaksi
Kembali ke topik bahasan inti.
Uang sejatinya adalah selembar kertas kosong yang tidak memiliki nilai, lalu menjadi bernilai ketika manusia memberikan itu sebuah legalisi, dan juga ditambah pemerintah mengakui bawa kertas tersebut bisa dijadikan alat tukar. Atau gampangannya semua orang di sebuah negara kompak dan sepakat untuk memberi sebuah "nilai" pada selembar kertas ini.
Lalu tanpa adanya kesepakatan ini uang hanyalah selembar kertas biasa. Seperti contohnya uang kuno, jika kita berbelanja di Indomaret dengan uang rp1.000 di Indomaret dengan tahun keluaran zaman Soeharto uang ini sudah tidak memiliki nilai dan masyarakat satu negara kompak berkata, "uang ini sudah tidak laku" padahal uang ini diterbitkan dinyatakan dan di deklarasikan sebagai alat pembayaran yang sah. Tapi hanya berselisih beberapa tahun saja kertas bernama uang ini sudah tidak memiliki nilai. Itu terjadi karena satu negara memiliki kesepakatan bahwa uang ini sudah tidak bernilai.
Kembali kepada Rizki dan Mamat, mereka bertransaksi dengan sistem barter, contoh pertama Rifki menolak tawaran Mamat dengan menukar ikan channa yang Rifki miliki dengan ikan arwana milik Mamat. Di sini kita dapat memahami konsep sebuah nilai. Rifki menganggap arwana tidak ada nilainya makanya dia menolak tawaran . Dan setelah ditawari makanan sebanyak 3 toples, Rifki sepakat karena dia menganggap tiga toples makanan ikan itu memiliki nilai yang sama.
Ketika mereka sudah sama-sama sepakat dengan hasil negoisasi terjadilah proses transaksi. Seekor ikan channa seharga 3 toples Pur ikan channa kurang dan lebihnya seperti itulah konsep dasar sebuah entitas yang bernama uang.

0 Response to "Apakah uang itu nyata"
Posting Komentar